Minggu, 14 September 2008

2. Mengemban Amanah Ilahi

Sesekali cobalah anda tinggalkan hiruk pikuk aktivitas kerja dan kesibukan kantor anda, lupakan sejenak karir dan jabatan anda. Carilah tempat yang sepi dan sunyi. Anda luangkan waktu untuk menyendiri di alam terbuka yang sunyi, atau di tengah hutan yang menghijau. Anda akan ditemani suara-suara semesta, suara burung yang bernyanyi riang, suara hewan liar dan serangga yang mengiringi sebagai musik alami, dilengkapi dengan desah angin yang menggerakkan dedaunan dan juga suara gemericik air pancuran di pinggir kali di dekat anda menyendiri.

Boleh juga anda cari sebuah masjid di pedesaan yang tenang. Luangkan waktu tengah malam untuk beri'tikaf dan menyendiri dalam masjid. Sebelumnya ambil air wudlu untuk membersihkan tubuh anda dan niatkan mensucikan hati. Lakukan sholat lail minimal 2 rokaat. Kemudian anda berdzikir, lakukan kontemplasi, berdialog dengan Allah, Tuhan pencipta alam semesta, pencipta seluruh manusia dan makhluk hidup di alam semesta. Dialah yang memelihara anda. Dialah yang memberi rezki pada anda.

Dalam keheningan itu, dalam kontemplasi atau tafakur, dalam dzikrullah yang bergema di hati anda, akan muncul pertanyaan-pertanyaan: siapakah aku? Dari mana aku? Untuk apa aku hidup di dunia ini? Dan pertanyaan filosofis lainnya. Jika anda renungkan dalam keheningan yang sunyi, dalam kebeningan hati dan kejernihan pikir anda akan terkuak jawaban yang indah. Jawaban itu membuka makrifat anda, yang terdengar sebagai Firman Allah. Ya, jawaban yang langsung Allah berikan pada anda, karena dia sebenarnya telah ada dan bersemayam dalam hati yang terdalam (lubb) anda.

Manusia adalah makhluk yang terbaik, makhluk yang sempurna, yang diciptakan oleh Allah swt untuk tujuan yang mulia. Allah ciptakan manusia dari tanah, sebagai unsur jasamani dan ditiupkan ke dalamnya ruh yang berasal dariNya sebagai unsur rohani.

Dalam keheningan bertafakur, rasakan satu kerinduan untuk berdekatan (taqarub) pada Sang Ilahi, karena dariNyalah anda datang ke dunia ini dan kelak akan kembali padaNya. Pertanyaan untuk apa aku hidup di dunia? Akan terjawab jika anda terus lakukan dialog denganNya. Allah telah memberikan jawaban. Manusia hidup di dunia ini adalah untuk menjalankan amanah Ilahi. Amanah yang Allah berikan kepada manusia dikelompokkan dalam 3 macam yaitu statusnya sebagai Abdulllah, fungsinya sebagai Khalifatullah dan perannya untuk Rahmatan lil 'alamin.

Sebagai Abdullah

Manusia hidup di dunia ini memiliki status sebagai Abdullah, yang artinya menyembah dan mengabdikan diri kepadaNya, dengan menjalankan ibadah sebagaimana firmanNya dalam Al-Qura'an:

"Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah."
(QS. Adz-Dzariyat, 51:56)

Menjalankan ibadah kepada Allah adalah bentuk ketaatan dan kepatuhan seorang hamba pada Sang Khaliq. Ibadah dalam ajaran Islam dikenal dua macam yakni ibadah maghdhah dan ghoiru maghdhah. Ibadah maghdhah adalah melaksanakan amalan langsung pada Allah seperti menunaikan shalat dengan khusuk, dengan aturan dan cara yang telah ditetapkan sebagaimana yang dicontohkan Rasululllah. Menuntut ilmu dieniyah, untuk menguatkan aqidah dan dapat mengamalkan syariah Islam, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Menunaikan zakat dengan mengeluarkan sebagian rezeki yang Allah telah karuniakan, kepada mereka yang berhak. Melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah. Tadarus Al-Qur'an dengan makhraj yang benar dan tartil, memahami maknanya dan senantiasa dzikir atau mengingat Allah swt. Senantiasa memikirkan ciptaannya berupa alam semesta. Memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam. Ibadah ghoiru maghdhah adalah melakukan seluruh aktivitas, dengan menggunakan aturan dan tertib yang ditetapkan Allah, dengan niatan atau motivasi untuk mencari keridloan Allah. Dilakukan secara tulus dan ikhlas.

Sebagai Khalifatullah

Manusia memiliki fungsi sebagai Khalifatullah yang berarti wakil Allah di bumi ini. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur'an:

"Dan ketika Tuhanmu kepada para malaikat, Aku hendak menciptakan seorang khalifah di muka bumi," (QS. Al-Baqarah, 2:30)

fungsi kekhalifahan bisa diuraikan dalam dua macam. Pertama. wakil Allah di bumi berarti menjalankan fungsi untuk memelihara dan mengelola alam semesta, lingkungan alam dan masyarakat sesuai dengan profesinya. Seseorang yang menjalankan profesinya secara profesional, dengan mengedepankan etika, aturan yang benar dan hasilnya bisa memberikan manfaat bagi ummat, berarti dia menjalankan amanah sebagai Khalifatullah.

Seorang guru, dosen harus menyampaikan ilmunya kepada anak didiknya, mahasiswanya secara tulus dan ikhlas dengan cinta dan kasih sayang. Ynag mereka pikirkan, bagaimana anak didik/mahasiswa dapat menjadi pintar dan berprestasi. Mereka menggunakan ilmunya dengan benar dan akhlak atau perilaku keseharian yang baik dan mulia. Seorang guru harus bisa mengantarkan anak didiknya menjadi cerdas secara intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual.

Seorang ahli hukum yang berkarir di bidang hukum, sebagai pengacara, sebagai hakim atau jaksa yang mempraktekkan hukum secara benar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkannnya, bertindak dan berlaku adil dan arif terhadap siapapun juga berarti dia menjalankan fungsi kekhalifahan.

Seorang sarjana ekonomi yang menjalankan profesinya secara etis, memberikan pencerahan dalam bidang ekonomi bagi masyarakat dan juga berarti menjalankan fungsi kekhalifahan. Setiap orang yang melaksanakan pekerjaan, karir dan jabatannya dalam berbagai profesi, jika dilakukan dengan menggunakan nilai etika sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Syariah, berarti mereka menjalankan fungsi kekhalifahan.

Kedua, wakil Allah di bumi dalam mengemban amanah kepemimpinan. Baik memimpin dirinya sendiri, memimpin keluarganya, memimpin lingkungan, memimpin komunitasnya, memimpin organisasi dan juga memimpin pemerintahan baik lingkup kecil yakni RT/RW atau menjadi kepala negara. Jika amanah kepemimpinan ini dijalankan secara adil, bijaksana, jujur dengan cinta dan kasih sayang sehingga lingkungan atau masyarakat yang dipimpinnya menjadi maju, berkembang, meningkat kualitasnya, menjadi masyarakat yang sejahtera, berarti sebagai khalifah dia telah menjalankan kepemimpinan dengan benar.

Rahmatan Lil'alamin

Amanah sebagai Abdullah, sebagai khalifatullah akan memberikan dampak positif bagi umat atau masyarakat secara lebih luas. Kepemimpinan yang benar, jujur, adil dan penuh kasih sayang ini mewujudkan kedamaian, kesejahteraan dan punuh keberkahan.

Manusia hidup di dunia ini juga memiliki peran sebagai Rahmatan Lil'alamin, artinya membawa rahmat bagi semesta alam. Memberikan kedamaian, ketentraman, kebaikan bagi seluruh alamm baik terhadap manusia sendiri maupun lingkungan hidupnya.

Setiap aktivitas yang dilakukan selalu dengan pertimbangan yang matang, dilakukan secara etis, penuh tanggung jawab, adil, arif, dengan cinta dan kasih sayang. Memiliki motiovasi yang tulus dan ikhlas, mencari keridhoan Allah semata. Hasilnya dalah rahmat bagi alam semesta.

Dalam keheningan tafakur, dzikir yang anda lakukan, anda akan temukan pemahaman tentang amanah Allah. Setelah pemahaman tentang amanah Allah ini, kemudian menjalankannnya, maka semua ini akan mengantarkan anda menjadi manusia yang mulia, di hadapan Allah, di depan para malaikat dan manusia lainnya.

***

1. Pejamkan mata anda, hirup udara dalam-dalam dan lepaskan secara perlahan. Renungkanlah makna dari tulisan pada bab kedua ini. Allah telah memberikan amanah pada manusia yaitu statusnya sebagai Abdullah, fungsinya sebagai Khalifatullah dan perannya sebagai Rahmatan Lil'alamin. Apa yang telah anda lakukan dengan amanah itu? Renungkan, bayangkan, rasakan tentang aktivitas anda selama ini, sudahkan memenuhi amanah Allah?. Buka mata anda setelah 2-3 menit.

2. Coba tuliskan amalan ibadah mana yang anda belum lakukan secara benar selama ini? Bagaimana dengan kerja anda dalam karir dan jabatan anda apakah dilakukan sesuai dengan aturan dan ketetapan Allah? Juga tuliskan bagaimana peranan anda untuk ikut memberikan kedamaian, kerahmatan bagi lingkungan dan komunitas anda?

3. Sekarang buatlah komitmen pada diri anda untuk memperbaiki ibadah anda, kerja dalam karir dan profesi anda serta buatlah rencana aktifitas sosial anda sebagai bentuk kepedulian anda terhadap lingkungan dan komunitas anda agar tercipta kedamaian dan kesejahteraan.

Rabu, 23 Juli 2008

1. Manusia Makhluk Terbaik

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (QS. At-Tien, 95:4)


Cobalah anda berdiri di depan cermin, kemudian pandangi diri anda. Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung dan keluarkan secara perlahan melalui mulut. Tersenyumlah. Anda akan melihat muka yang cerah penuh dengan cahaya. Bersykyrlah pada Allah. Alhamdulillah. Anda masih bisa menunjukkan kecantikan atau kegantengan wajah anda yang indah itu. Sadarilah, bahwa anda adalah salah satu dari sekiat milyard manusia yang diciptakan oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya (ahsani taqwim).

Dimensi Jasmani

Coba anda lanjutkan, pandangi tubuh anda secara keseluruhan. Pada kepala, anda lihat dua telinga, dua mata, satu hidung, satu mulut. Pada bagian tubuh anda yang lain juga dilengkapi oleh Allah dengan dua tangan, dua kaki dengan tulang dan sendi. Pada bagian dalam anda dapati organ-organ tubuh yang secara keseluruhan merupakan suatu kelengkapan kesempurnaan tubuh anda.

Demikianlah, Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik secara jasmani. Jika tubuh yang sempurna ini anda rawat secara baik dengan asupan makanan yang bergizi, halal dan thayib dengan menghindarkan asupan makanan yang haram yang mengandung toxin atau racun, kemudian anda latih secara fisik dengan berolah raga, tubuh anda akan tumbuh berkembang menjadi atletis, lebih indah dan lebih segar.

Banyak orang yang merawat tubuhnya dan melatihnya untuk berolah raga secara rutin, sesuai dengan minatnya, merekapun bisa berprestasi secara luar biasa. Dalam olah raga tinju kita mengenal tokoh legendaris, Muhammad Ali. Dalam sepak bola kita mengenal Pele dan Maradona. Dalam olah raga golf kita mengenal Tiger Woods. Dalam bola basket kita mengenal Michael Jordan. Dan dalam bina raga, di Indonesia kita mengenal Ade Rai yang punya tubuh atletis dan sehat.

Mereka semua telah merawat tubuh dan melatihnya dengan berolah raga secara rutin, pantang menyerah, sehingga mencapai prestasi yang dibanggakan banyak orang.

Dimensi Rokhani

Cobalah anda pandang kembali tubuh anda. Dibalik sosok yang sempurna itu, anda juga dianugrahi oleh Allah sebuah akal dan hati sebagai dimensi Rokhani. Dengan kelengkapan akal inilah manusia dibedakan dari makhluk lainnya. Dengan akalnya manusia dapat berpikir. Memikirkan alam semesta, memikirkan bumi, matahari dan milyaran bintang di angkasa. Manusia juga memikirkan tentang dirinya, mencari jawab atas pertanyaan yang muncul: Siapakah aku? Dari manakah aku? Mengapa aku ada di dunia ini? Untuk apakah aku di dunia? Sampai kapankah? Kemana aku nanti?

Pertanyaan-pertanyaan filosofis semacam ini akan mengantar diri mencari kebenaran atas hakekat diri. Jika manusia mampu mengenal dirinya, maka diapun akan mengenak Tuhannya. Tuhan yang menciptakannya. Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Hasil dari aktivitas berpikirnya itu akan dirasakan dan disimpan di dalam hatinya. Sehingga hatinya akan merasa rindu pada Allah. Merasa cinta dan ingin selalu mendekati (taqorub) pada Sang Kholiq.

Dengan kemampuan akalnya, manusia akan memikirkan fenomena yang terjadi di sekitarnya, di lingkungannya dan di alam semesta. Manusia akan merespon setiap kejadian, melakukan analisa dan menemukan suatu kesimpulan. Dengan selalu mengasah pikirannnya, akan selalu muncul ide, gagasan, kreativitas untuk menemukan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi.

Hasil dari pemikiran manusia tersebut menjadi suatu khasanah, penemuan-penemuan baru di bidang sains dan teknologi. Dari teori-teori yang sederhana, sampai ilmu pengetahuan yang rumit. Dari penemuan peralatan yang sederhana sampai produk high tecknologi yang super sanggih. Mereka yang telah berprestasi dan dikenal dalam bidang sains dapat disebutkan sebagai berikut :

Dibidang sains Islam, kita mengenal Al-Kindi (Latin : Alkindus) yang dijuluki "Fi;osof Bangsa Arab", berasal dari suku Arab, Kindah. Al-Farabi (Latin: Alpharabius) yang juga merupakan Fisosof besar setelah Al-Kindi, lahir di Farab daerah Transoxiana. Ibnu Sina (Latin: Avicena) yang diberi gelas kehormatan "Syaikh Al-Rais" (Pimpinan para Cendekiawan) adalah filosof-saintis Islam yang juga mendalami ilmu kedokteran modern. Ibnu Al-Haitsan (Barat: Al-Hazaen), dikenal sebagai Ahli Fisikan, lahir di Basra. Al-Biruni dan Al-Ghozali adalah tokoh-tokoh intelektual Islam terkemuka.

Dalam sains umu kita mengenal banyak intelektual sperti Copernicus, Galileo-galilei, Thomas Alfa Edison, Albert Enstein. Masih banyak lagi yang juga telah menemukan suatu peralatan yang dapat menambah kemajuan sains dan teknologi meodern ini.

Mereka semua telah menggunakan kemampuan akalnya untuk berpikir secara maksimal untuk menghasilkan sebuah karya sains dan teknologi di bidangnya. Itulah kesempurnaan ciptaan Allah bernama manusia. Allah ciptakan manusia menjadi sebaik-baik ciptaan, bukan saja dalam dimensi jasmani tapi juga dimensi rokhaninya.

Lahir Sebagai Pemenang

Bagaimana dengan anda? Apa yang telah anda hasilkan dalam hidup anda selama ini? Oke simpanlah pertanyaan itu. Cobalah anda berpikir dan merenungkan tentang kehadiran anda ke dunia ini. Anda dan juga setiap manusia yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah melalui suatu proses rumit dan panjang (menurut ukuran manusia). Melalui suatu perjuangan yang luar biasa bisa lahir menjadi seorang pemenang.

Pada awalnya, terjadinya hubungan suami istri yang dilandasi oleh rasa cinta dan kasih melalui hubungan sexual. Dalam hubungan sexual ini terjadi perpindahan spermatozoa (sel sperma) yang dihasilkan oleh organ reproduksi seorang pria ke dalam organ reproduksi wanita. Jumlah sperma yang masuk ke dalam organ reproduksi wanita itu mencapai jumlah yang fantastic, yakni 200 - 300 juta sel sperma.

Seluruh sel sperma ini akan bergerak dan harus menempuh jalan yang panjang untuk menuju ovum (sel telur). Dengan ukuran sperma yang sangat kecil yaitu tidak lebih dari satu mikron (1 mikron = 0,001 milimeter), harus menempuh jarak 15 sentimieter untuk mencapai ovum, yang dapat berarti beberapa ratus kilometer untuk ukuran manusia. Untuk bisa mencapai rahim, jutaan sel sperma itu harus berjuang sedemikian rupa. Dari jutaan sel sperma itu hanya sekitar satu juta sel sperma yang berhasil masuk rahim.

Di dalam rahim, satu juta sel sperma ini harus berenang dari satu tepian ke tepian yang lain, menuju saluran tempat ovum berada (ampula tuba). Ibarat satu juta orang terjun bersama dalam sebuah danau, kemudian berenang dari tepian yang satu menuju tepian yang lain. Demikian pula satu juta sel sperma itupun berenang, bergerak, berjuang untuk menuju ampula tuba. Banyak diantara sel-sel tersebut yang terlempar ke tepian, tenggelam, kehabisan tenaga, bahkan yang mati sebelum mencapai ampula tuba. Mereka gagal dalam proses ini. Mereka yang mampu terus bergerak dan berhasil menuju ampula tuba tinggal beberapa ribu saja. Mereka kemudian masuk ke ampula tuba menuju tempat ovum (sel telur) berada.

Mereka kembali berjuang dan akhir hany sekitar 100 sel sperma saja yang berhasil mencapai ovum. Seratus sel sperma itupun kemudian berusaha untuk bisa mengelilingi sel telur dan menembus dinding sel telur tersebut. Begitu satu sel sperma berhasil masuk ke dalam sel telur, maka kulit sel telur mengeras dan sisanya tidak bisa melanjutkan proses berikutnya. Hanya satu sel sperma saja yang kemudian membuahi sel telur. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut kemudian bergerak menuju rahim dan menempel pada dinding rahim.

Proses selanjutnyapun berlangsung melalui beberapa fase, yaitu fase 'alaqah (segumpal darah), fase mudzghoh (segumpal daging), fase tulang dan dibungkus daging, fase kholqon akhor dan akhirnya janis siap untuk lehir ke dunia ini. Proses ini berlangsung dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan dan mencapai sekitar bulan sepuluh hari, lahirlah seorang manusia. Itulah anda dan semua manusia yang lahir sebagai pemenang, mengalahkan sekitar 200-300 juta pesaing anda untuk bisa hadir ke dunia ini.

Proses penciptaan manusia yang panjang dan rumit itu Allah informasikan di dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun sebagai berikut :

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al-Mu’minun, 23:13)

***

1. Pejamkan mata anda, hirup udara dalam-dalam dan lepaskan secara perlahan. Renungkanlah makna dari tulisan pada bab pertama ini. Allah telah menciptakan manusia sebagai sebaik-baik makhluk dan memproses ciptaannya melalui sebuah perjalanan yang panjang untuk menjadi seorang pemenang. Buka mata anda setelah 2-3 menit.

2. Coba tuliskan beberapa bagian tubuh anda yang telah Allah anugrahkan dengan sempurna dan tulis pula apa manfaatnya.

3. Allah juga telah memberikan akal pikiran anda. Sekarang tulislah apa yang telah anda lakukan dalam hidup anda hingga hari ini sebuah karya yang besar menurut anda. Tulis minimal 3 karya besar anda.

4. Bersyukurlah kepada Allah dan buatlah suatu komitmen pada diri anda sendiri untuk berbuat dan berkarya sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Tuliskan 3 karya yang hendak anda hasilkan.

Masterpiece

Masterpiece adalah sebuah karya unggulan. Lewat Blog ini aku akan berkreasi, berproses untuk nanti menghasilkan sebuah karya unggulan yang berguna bagi sesama!